Proyek Rehab SDN Legok Loa Citarik Dinilai Abai Keselamatan Kerja, Banner BPJS Ketenagakerjaan Tak Tampak

- Author

Senin, 13 Juli 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InsightTribun.com|SUKABUMI – Pelaksanaan proyek perbaikan (rehab) ruang kelas di SDN Legok Loa, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan. Setelah hampir satu bulan berjalan, banner BPJS Ketenagakerjaan yang seharusnya terpampang sebagai bentuk jaminan keselamatan kerja tidak terlihat di lokasi proyek.

Berdasarkan pantauan media Wahana Informasi yang mengunjungi lokasi proyek pada Rabu (1/7/2026), kondisi lapangan menunjukkan sejumlah pelanggaran prosedur keselamatan. Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor CV. Karunia Putra ini terlihat minim pengawasan. Sejumlah pekerja tampak tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar, seperti helm proyek dan rompi keselamatan.

Selain isu keselamatan, keluhan juga datang dari para pekerja. Mereka mengaku kesulitan menghubungi pihak pemborong serta mengalami kendala dalam permintaan bahan bangunan. Kondisi memprihatinkan lainnya terlihat dari penggunaan material penopang plafon depan kelas yang sedang diperbaiki. Para pekerja menggunakan kaso bekas bangunan sekolah yang sudah usang, bukan material baru yang layak pakai.

Saat dikonfirmasi melalui telepon, pihak pelaksana proyek, H. Johandi, mengakui kelalaian tersebut. Ia berjanji akan segera memasang banner BPJS Ketenagakerjaan, meskipun progres pekerjaan fisik saat itu sudah mencapai 75 persen.

Menanggapi temuan penggunaan kaso bekas, H. Johandi menyatakan tidak mengetahui hal tersebut. Namun, awak media mendapatkan pengakuan langsung dari pekerja di lapangan bahwa penggunaan material bekas itu disebabkan oleh lambannya respons pemborong terhadap kebutuhan pengadaan alat dan bahan untuk pemasangan plafon.

Sorotan tajam juga ditujukan pada aspek pengawasan teknis. Hingga berita ini diturunkan, tidak terlihat adanya pengawas lapangan yang memantau jalannya rehabilitasi kelas tersebut. Bahkan, terdapat indikasi bahwa tenaga pekerja sering kali dialihkan ke proyek rehab kelas lain di SDN Jayanti, mengingat pemborong memegang dua paket pekerjaan sekaligus.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar bagi publik dan orang tua siswa: Selama ini, di mana peran pengawas dari Dinas Pendidikan dalam memastikan kualitas, keselamatan, dan kelancaran proyek rehab sekolah dasar?

Masyarakat berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi dan penegakan aturan agar dana negara yang dikeluarkan untuk pendidikan benar-benar memberikan hasil yang berkualitas dan aman bagi siswa maupun pekerja.

#Dimas

Berita Terkait

Jelajahi Kota Tua Semarang, Pimpinan PWDPI Apresiasi Potensi Sejarah dan Budaya Lokal
Ketum PWDPI Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC Se-Jawa Tengah, Tekankan Profesionalisme Wartawan
Usai Rangkaian Acara, Dewan Pembina DPP PWDPI Gelar Ramah Tamah Bersama DPW Bali
PMI Kabupaten Sukabumi Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Pasirandu Jujuluk
MENAKER RESMIKAN PELATIHAN TMT ABT BATCH 2 DI SUKABUMI, BUPATI DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI TENAGA KERJA
Ike Edwin: Raja Terdahulu Menyerahkan Kewenangan Mengatur Rakyat, Bukan Tahta
Sukses Digelar, FTBI Kecamatan Citamiang Siapkan Wakil Terbaik Menuju Tingkat Kota dan Provinsi
Sukses Digelar, FTBI Kecamatan Citamiang Siapkan Wakil Terbaik Menunu Tingkat Kota Dan Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Jelajahi Kota Tua Semarang, Pimpinan PWDPI Apresiasi Potensi Sejarah dan Budaya Lokal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Ketum PWDPI Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC Se-Jawa Tengah, Tekankan Profesionalisme Wartawan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Usai Rangkaian Acara, Dewan Pembina DPP PWDPI Gelar Ramah Tamah Bersama DPW Bali

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:48 WIB

PMI Kabupaten Sukabumi Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Pasirandu Jujuluk

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:21 WIB

MENAKER RESMIKAN PELATIHAN TMT ABT BATCH 2 DI SUKABUMI, BUPATI DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI TENAGA KERJA

Berita Terbaru