InsightTribun.com|SUKABUMI – Menjelang penetapan ketua baru Dewan Pimpinan Cabang (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Palabuhanratu, Camat Sutopo memberikan apresiasi dan harapan besar bagi organisasi kepemudaan di wilayahnya. Dalam keterangannya pada Sabtu, 11 Juli 2026, usai menghadiri Rami-Purcamp DPK KNPI, Sutopo menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih nanti harus mampu menjadi pemuda terbaik yang membawa dampak nyata bagi Palabuhanratu.

Sutopo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan dan elemen pemuda. Ia menyatakan bahwa kecamatan akan membuka ruang seluas-luasnya bagi KNPI Palabuhanratu untuk berkontribusi, terutama dalam menangani persoalan sosial-ekonomi yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian.
“Sinergitas sangat dibutuhkan antara pemuda dan kecamatan. Pemuda harus menjadi jembatan bagi masyarakat dan garda terdepan dalam pembangunan serta perubahan di wilayah Palabuhanratu,” ujar Sutopo.
Menurutnya, Palabuhanratu yang terdiri dari 9 desa dan 1 kelurahan memiliki potensi luar biasa jika dikelola dengan kolaborasi yang solid. Keberadaan pemuda yang aktif dan berinisiatif diyakini mampu menciptakan perubahan besar di kecamatan ini. Sutopo juga menyinggung isu penanganan bencana seperti banjir, di mana ia mengharapkan pemuda tidak hanya menunggu instruksi atau undangan, tetapi proaktif mengambil inisiatif.
“Pemuda jangan menunggu dipanggil atau diundang. Harus ada inisiatif hidup untuk bergerak menyelesaikan masalah, termasuk saat terjadi banjir. Kolaborasi dan menjaga persatuan kesatuan adalah kunci agar visi misi pembangunan dapat terwujud,” tambahnya.
Pernyataan Camat Sutopo ini menjadi penguat bagi para bakal calon ketua KNPI—Akbar, Ari, dan Rezal Septiansyah—yang sedang bersaing dalam proses pemilihan yang dijadwalkan diputuskan pada 15-18 Juli 2026. Harapan pemerintah daerah kini tertumpu pada kemampuan pemimpin baru KNPI untuk menerjemahkan semangat “Mengombak Kreativitas, Menjangkar Perubahan” menjadi aksi nyata yang bersinergi dengan program kecamatan.
Reporter : Dimas










