InsightTribun.com|SUKABUMI — Kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan mulai dirasakan warga Kampung Pasirandu RT 02/RW 08, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS Dapil 1, Hj Leni Liawati, M.Si, memfasilitasi pendistribusian air bersih dari PDAM Tirta Jaya Mandiri kepada warga terdampak.
Bantuan air bersih tersebut diajukan setelah adanya permintaan dari masyarakat Kampung Pasirandu yang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Sebanyak satu unit mobil tangki PDAM berkapasitas 4.000 liter dijadwalkan mendistribusikan air ke wilayah tersebut pada Senin (14/9/2026) malam. Mobil tangki yang berangkat dari Cibadak diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB.
Meskipun jumlah air yang didistribusikan hanya satu tangki, bagi warga Pasirandu bantuan tersebut sangat berarti. Sedikitnya 75 kepala keluarga atau sekitar 230 jiwa tengah terdampak kekeringan.
Warga pun tampak antusias menunggu kedatangan mobil tangki air bersih tersebut.
Air bantuan itu nantinya diprioritaskan untuk kebutuhan memasak, mencuci bahan makanan, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Sementara untuk mandi dan keperluan sanitasi, sebagian warga terpaksa mengambil air dari Sungai Cibareno yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari permukiman.
Sebagian warga bahkan harus menggunakan kendaraan roda dua untuk mengambil air, sementara kebutuhan air dalam jumlah lebih banyak harus dibeli dengan menggunakan kendaraan roda empat.
Salah seorang warga, Iyang Sulastri (42), menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
“Saya beserta warga, yang kebanyakan ibu-ibu, menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Bu Hj Leni Liawati, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, kepada PDAM Kabupaten Sukabumi, Camat Cisolok, Kepala Desa Pasirbaru, serta Kades Cikahuripan Pak Jaro Midun yang sudah memfasilitasi dan menyampaikan kepada Bu Dewan Leni terkait kebutuhan air bersih ini,” ujar Iyang.
Menurutnya, kebutuhan air bersih saat ini sangat mendesak, terutama untuk keperluan memasak dan mencuci bahan makanan.
Iyang menjelaskan, sebenarnya di kampung tersebut sudah tersedia bak penampungan air berkapasitas sekitar 8.000 liter yang dibangun pada 2019 melalui bantuan Baznas Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Jawa Barat dan Baznas Kabupaten Sukabumi, dengan dukungan swadaya masyarakat.
Selain bak penampungan, warga juga mendapat bantuan selang sepanjang sekitar 1,5 kilometer untuk mengalirkan air dari sumber mata air di bawah kaki Gunung Panggeleseran atau kawasan Puncak Habibi.
Namun, musim kemarau yang berkepanjangan membuat sumber mata air tersebut mengalami kekeringan sehingga aliran air ke bak penampungan terhenti.
“Sehubungan dengan musim kemarau ini, air di mata air tidak mengalir ke bak penampungan karena mata airnya kering dan digunakan juga oleh beberapa kampung di atas, seperti RT 01, RT 03, RT 04, termasuk kami di RT 02,” tutur Iyang.
Warga berharap bantuan air bersih tidak hanya datang sekali. Selama musim kemarau masih berlangsung dan hujan belum turun secara normal, masyarakat Kampung Pasirandu berharap adanya bantuan pasokan air bersih secara berkelanjutan dari pemerintah maupun pihak lainnya.
Bagi warga, ketersediaan air bersih bukan sekadar bantuan, melainkan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi kekeringan.
#Menks










