Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Presiden Hadir di Tengah Kesengsaraan Rakyat: Pulihkan Ekonomi Kerakyatan Nyata

- Author

Senin, 29 September 2025 - 23:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InsightTribun.com|JAKARTA – Tokoh nasional sekaligus internasional, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SE, SH, MH, mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera hadir di tengah kesulitan rakyat dengan langkah konkret memulihkan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, pemerintah perlu mengumpulkan para pakar ekonomi guna mencari solusi nyata yang dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

“Presiden harus memerintahkan para menteri dan penasehat ahli untuk berkolaborasi menciptakan solusi nyata. Saat ini sudah genting. Rakyat membutuhkan kehadiran negara yang benar-benar berpihak,” ujar Prof. Sutan di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta (29/09/2025).

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya penciptaan satu miliar lapangan kerja bagi para sarjana dari berbagai disiplin ilmu serta pengangguran lainnya yang hingga kini belum memiliki pekerjaan.

Kondisi sulitnya perekonomian kian terasa di Jakarta. Seorang pengemudi ojek online (ojol) menuturkan kepada tim media bahwa penghasilannya kini turun drastis akibat lemahnya daya beli masyarakat.

“Dulu masih ada pelanggan setia yang pesan antar belanjaan. Sekarang sudah tidak ada. Warung dan katering pun banyak yang bangkrut karena barang mahal dan sulit dijual,” ujarnya.

Di kawasan Cipinang dan Perumpung, banyak warga yang mengadu soal beratnya kehidupan. Senyum dan air mata bercampur dalam kisah mereka yang berjuang sekadar untuk bertahan hidup.

Salah satu kisah memilukan datang dari Ibu Putri, seorang ibu tiga anak yang tinggal di Cipinang Pulo Maja, Jakarta Timur. Ia mengaku sering tidak makan selama dua hari, hanya mengandalkan air putih untuk menahan lapar, sementara makanan seadanya diberikan untuk anak-anaknya.

“Kalau ada nasi sepiring, itu untuk ketiga anak saya. Saya tidak ikut makan. Kadang pagi ada makanan, tapi siang dan malam tidak ada lagi,” tutur Ibu Putri dengan mata berkaca-kaca.

Suaminya bekerja sebagai karyawan toko makanan hewan dengan gaji pas-pasan, hanya cukup untuk membayar kontrakan Rp1 juta per bulan. Ibu Putri sendiri tidak bisa mencari pekerjaan tambahan karena menderita penyakit epilepsi sejak usia 14 tahun.

Mirisnya, bantuan sosial dari pemerintah, baik BLT maupun program lain, tidak pernah ia terima.

Bagi sebagian warga Cipinang, pekerjaan memulung menjadi pilihan terakhir. Penghasilan dari memulung sampah hanya sekitar Rp25 ribu per hari, sementara pengemudi ojol rata-rata hanya memperoleh Rp35 ribu bersih per hari. Jumlah yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak.

“Kalau di Jakarta saja rakyat semakin miskin, apalagi di daerah. Pasti kondisinya jauh lebih parah,” ungkap Hadi, seorang pengemudi ojol di RT 04 RW 12, Cipinang, Jakarta Timur.

Melihat kondisi tersebut, Prof. Sutan menegaskan bahwa pemerintah pusat maupun daerah seharusnya segera menyalurkan bantuan pokok, khususnya beras, agar rakyat tidak kelaparan.

“Rakyat di Jakarta semakin susah. Mereka seharusnya mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah pusat maupun daerah agar bisa makan,” ujarnya.

Hingga kini, menurutnya, belum ada program pemerintah yang benar-benar menyentuh masyarakat miskin sehingga penghasilannya bisa bertambah dan memungkinkan mereka makan tiga kali sehari

 

Narasumber : Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SE, SH, MH

Berita Terkait

Dewi Asmara Hadiri Syukuran Nelayan ke-69 di Ciwaru, Tekankan Laut sebagai Sumber Kehidupan dan Potensi Wisata Berkelanjutan
Betmen Jadi Motor Penggerak Syukuran Nelayan Ciwaru ke-69, Tradisi Pesisir yang Terus Menggaung di Geopark Ciletuh
Dinas PU Kab. Sukabumi Selesaikan Rehabilitasi Jalan Cisolok-Cipanas, Akses Wisata Geser Ci Panas Membaik
RAPIMPURCAMP DPK KNPI Kecamatan Palabuhanratu: Mengombak Kreativitas, Menjangkar Perubahan
Rehabilitasi Jalan Ruas Drs. Djaenudin di Palabuhanratu Tuntas dengan Hasil Memuaskan, UPTD PU Apresiasi Kinerja Pelaksana
Serentaun Kasepuhan Sinar Resmi ke-447: Merawat Tradisi Leluhur di Bumi Cisolok
Denis Eriska Klarifikasi Penggunaan Ponsel Saat Audiensi, Tegaskan Bukan Bentuk Ketidak menghormati MIO Sukabumi Raya
Jembatan Beroperasi, Hak Pekerja Belum Terselesaikan: Dugaan Persoalan di Balik Proyek Rp140 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:42 WIB

Dewi Asmara Hadiri Syukuran Nelayan ke-69 di Ciwaru, Tekankan Laut sebagai Sumber Kehidupan dan Potensi Wisata Berkelanjutan

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:51 WIB

Betmen Jadi Motor Penggerak Syukuran Nelayan Ciwaru ke-69, Tradisi Pesisir yang Terus Menggaung di Geopark Ciletuh

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:49 WIB

Dinas PU Kab. Sukabumi Selesaikan Rehabilitasi Jalan Cisolok-Cipanas, Akses Wisata Geser Ci Panas Membaik

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:52 WIB

RAPIMPURCAMP DPK KNPI Kecamatan Palabuhanratu: Mengombak Kreativitas, Menjangkar Perubahan

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Rehabilitasi Jalan Ruas Drs. Djaenudin di Palabuhanratu Tuntas dengan Hasil Memuaskan, UPTD PU Apresiasi Kinerja Pelaksana

Berita Terbaru