Dewi Asmara Hadiri Syukuran Nelayan ke-69 di Ciwaru, Tekankan Laut sebagai Sumber Kehidupan dan Potensi Wisata Berkelanjutan

- Author

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InsightTribun.com|SUKABUMI – Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Dewi Asmara, menghadiri acara syukuran nelayan ke-69 di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (17/7/2026). Kehadiran politisi tersebut berbarengan dengan agenda santunan bagi anak yatim dan kaum jompo yang diselenggarakan di lokasi yang sama.

Dalam sambutannya, Ibu Dewi Asmara menyampaikan apresiasi mendalam terhadap tradisi syukuran tahunan yang telah berlangsung selama 69 tahun ini. Menurutnya, momen tersebut bukan sekadar ritual adat, melainkan bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan melalui hasil laut, khususnya ikan dan cumi.

“Menyaksikan syukuran nelayan yang ke-69 di Desa Ciwaru ini memberikan kita kesempatan untuk menyadari bahwa selama ini kita melaut dan mendapatkan hasil tangkapan. Laut itu bukan hanya hamparan air, tapi laut adalah kehidupan. Dia adalah sumber kehidupan kita dan masa depan kita,” ujar Dewi Asmara.

Acara syukuran tersebut ditandai dengan suasana sukacita dan semangat gotong royong yang kuat. Masyarakat berkumpul untuk bergembira sekaligus berdoa bersama bertepatan dengan hari Jumat yang mulia. Salah satu daya tarik utama acara ini adalah arak-arakan kapal hias yang diikuti oleh sekitar 40 kapal milik nelayan.

Kemeriahan semakin terasa dengan partisipasi warga yang membawa berbagai hasil bumi dalam kantong-kantong berwarna merah putih, menyerupai bendera Indonesia. Warga membawa pisang, pohon kelapa, bawang, dan hasil pertanian lainnya sebagai simbol persembahan dan kebersamaan.

“Kebersamaan itulah yang menimbulkan rasa gembira dan rasa gotong royong. Semua warga terlibat, termasuk Bupati, sebagai bentuk sinergi antara masyarakat dan pemerintah untuk mendorong potensi daerah,” tambahnya.

Menanggapi potensi wisata di wilayah Ciemas dan sekitarnya, khususnya kawasan Geopark Ciletuh, Dewi Asmara menekankan pentingnya pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam permukaan, tetapi juga kekayaan budaya dan bawah laut.

Ia menyoroti bahwa pariwisata modern kini telah merambah ke sektor kebudayaan. Dengan adanya Kementerian Kebudayaan, kegiatan-kegiatan tradisional seperti syukuran nelayan ini memiliki nilai jual tinggi sebagai wisata budaya. Ia mencontohkan acara “Sukabumi Tempo Dulu” yang menggambarkan suasana kota masa perang, serta tradisi “Seren Taun” di darat, sebagai bukti bahwa budaya bisa menjadi objek wisata.

“Laut di sini memiliki muka bumi dan langit yang indah, namun dasar lautnya juga perlu dikembangkan. Kita melihat potensi diving atau menyelam yang sudah populer di Labuan Bajo, Bali, atau Kepulauan Seribu. Di sini, potensinya masih sangat besar dan belum tergali sepenuhnya,” jelasnya.

Dewi Asmara juga menyarankan agar olahraga layar (sailing) dan berbagai kesenian lokal dapat dikemas lebih baik untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Ia mengingatkan bahwa tidak semua tempat memiliki pantai dan keindahan alam seperti Ciemas, sehingga ini adalah anugerah yang harus dikelola dengan semangat berkelanjutan.

“Parwisata butuh usaha berkelanjutan. Awalnya mungkin bermodalkan semangat dan iman, tapi alhamdulillah sekarang ada kewajiban bersama untuk meningkatkan pariwisata di Geopark Ciletuh. Mari kita jaga laut, lestarikan budaya, dan tingkatkan kesejahteraan nelayan melalui pariwisata yang inklusif,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim dan kaum jompo, sebagai wujud kepedulian sosial di tengah perayaan keberkahan alam.

Reporter : Dimas

Berita Terkait

Pemkab Sukabumi Siapkan Penataan Perangkat Daerah, Fokus Tingkatkan Efektivitas Birokrasi dan Pelayanan Publik
Hadiri Festival Budaya Kerajaan Klungkung 2026, Ketua Dewan Pembina DPP PWDPI Disambut Hangat DPW Bali
N4LURI Band Siap Warnai Industri Musik Lewat Mini Album Perdana “Jejak Rasa”
Dandim 0622 Hadiri Seren Taun Kasepuhan Gelar Alam, TNI dan Masyarakat Kian Dekat
Adat, Alam dan Leluhur Menyatu di Serentaun Kasepuhan Gelar Alam Sukabumi
Dari Sinte Sampai Judol, Sendang Agung Darurat Narkoba
Wisata Karang Hawu Tercoreng, Tumpukan Sampah Jadi Sorotan FSKS Cisolok
Keributan Kejuaraan Karate di Bandar Lampung Berujung Laporan Polisi, Perkara Masuk Tahap Penyidikan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Pemkab Sukabumi Siapkan Penataan Perangkat Daerah, Fokus Tingkatkan Efektivitas Birokrasi dan Pelayanan Publik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Hadiri Festival Budaya Kerajaan Klungkung 2026, Ketua Dewan Pembina DPP PWDPI Disambut Hangat DPW Bali

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:15 WIB

N4LURI Band Siap Warnai Industri Musik Lewat Mini Album Perdana “Jejak Rasa”

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Dandim 0622 Hadiri Seren Taun Kasepuhan Gelar Alam, TNI dan Masyarakat Kian Dekat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Adat, Alam dan Leluhur Menyatu di Serentaun Kasepuhan Gelar Alam Sukabumi

Berita Terbaru