Disperkim Sukabumi Evaluasi Proyek Sumur Bor di Desa Cibitung, Pasokan Air Belum Maksimal

- Author

Jumat, 17 Oktober 2025 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InsightTribun.com|Sukabumi — Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi menanggapi keluhan warga Kampung Cirempak, Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten, terkait program sumur bor yang telah direalisasikan namun belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Program penyediaan air bersih tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024 dengan nilai Rp576.704.000. Proyek ini menargetkan penyediaan air bersih bagi 100 sambungan rumah tangga di Kampung Cirempak dan Kebon Kalapa, dengan kapasitas sumur bor yang direncanakan mampu menyuplai 50 ribu liter air per hari.

Namun, hasil di lapangan menunjukkan bahwa pasokan air baru mencapai sekitar 15 ribu liter per hari, atau hanya tiga toren dari rencana awal sepuluh toren berkapasitas 5 ribu liter. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat karena kebutuhan air bersih belum terpenuhi secara optimal.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Disperkim Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, memastikan pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut.

“Kami akan melakukan pengecekan ulang melalui tim teknis dan pengawas, mulai dari spesifikasi, mesin, hingga peralatan lainnya. Kami ingin memastikan semuanya sesuai standar, terutama karena sumber air berada di kedalaman lebih dari 100 meter,” ujar Herdiawan, Senin (10/2/2025).

Ia menegaskan bahwa Disperkim akan terus memantau perkembangan evaluasi dan mengambil langkah strategis agar penyediaan air bersih bagi masyarakat dapat berjalan optimal sesuai dengan tujuan program.

Sementara itu, Kusnadi, perwakilan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Cibitung, berharap Disperkim segera melakukan tindakan konkret untuk mengatasi kendala tersebut. Ia menduga kapasitas mesin pompa yang digunakan belum memadai untuk kedalaman sumur yang mencapai lebih dari 100 meter.

“Kami berharap ada pergantian mesin pompa agar aliran air lebih maksimal. Saat ini proyek masih dalam masa pemeliharaan selama tiga bulan dan dalam pengawasan kontraktor. Selain itu, beberapa pipa juga belum dikubur. Kami berharap Disperkim bisa segera bertindak agar suplai air sesuai rencana awal,” ungkapnya.

Warga berharap evaluasi yang dilakukan Disperkim segera menghasilkan solusi konkret, sehingga akses air bersih dapat segera dinikmati secara layak dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan awal program.

 

Berita Terkait

Aris Ristiawan Resmi Dilantik sebagai Pj Kepala Desa Buniwangi
Sekar Budaya Warnai Puncak HJKS ke-156, Simbol Persatuan dari Seluruh Wilayah Sukabumi
HJKS ke-156, 156 PNS Sukabumi Terima Satyalancana Karya Satya dari Presiden
HJKS ke-156, Pemkab Sukabumi Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat
Kecamatan Cisolok Monev PBB di Dua Desa, Realisasi Pajak Sudah Capai 70 Persen
Bupati Sukabumi Ajak Wisudawan Universitas Nusa Putra Jadi Agen Perubahan
DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Raperda Perubahan APBD 2026, Tujuh Fraksi Sampaikan Pandangan Umum
BPD dan Pemdes Cikahuripan Gelar Musdes, Susun RKP Desa 2027 dan Daftar Usulan RKP 2028

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:00 WIB

Aris Ristiawan Resmi Dilantik sebagai Pj Kepala Desa Buniwangi

Kamis, 10 September 2026 - 18:50 WIB

Sekar Budaya Warnai Puncak HJKS ke-156, Simbol Persatuan dari Seluruh Wilayah Sukabumi

Kamis, 10 September 2026 - 18:46 WIB

HJKS ke-156, 156 PNS Sukabumi Terima Satyalancana Karya Satya dari Presiden

Kamis, 10 September 2026 - 18:41 WIB

HJKS ke-156, Pemkab Sukabumi Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Kecamatan Cisolok Monev PBB di Dua Desa, Realisasi Pajak Sudah Capai 70 Persen

Berita Terbaru

Pemerintahan

Aris Ristiawan Resmi Dilantik sebagai Pj Kepala Desa Buniwangi

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:00 WIB