Prof. Dr. Sutan Nasomal Soroti Lonjakan Harga Sembako: Saatnya Mafia Ditindak

- Author

Senin, 15 September 2025 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InsightTribun.com|JAKARTA – Lonjakan harga bahan pokok seperti minyak goreng dan gula pasir kembali menjadi sorotan publik. Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, pakar hukum pidana internasional sekaligus ekonom, menilai mahalnya harga sembako di Indonesia bukan semata karena faktor produksi, melainkan akibat permainan mafia ekonomi yang masih bercokol.

“Ini penyakit lama yang terus kambuh. Kalau dibiarkan, masyarakatlah yang jadi korban. Karena itu saya meminta Presiden RI, Jenderal Haji Prabowo Subianto, untuk memerintahkan menteri terkait segera menyidik mafia sembako, menangkap, dan memenjarakan mereka,” tegas Prof. Sutan saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media dalam dan luar negeri, Jumat (13/9/2025).

Ia mencontohkan, harga minyak goreng di Malaysia hanya Rp9.000 per kilogram, sementara di Indonesia mencapai Rp17.500. Begitu pula gula pasir, di Malaysia Rp10.500 per kilogram, sedangkan di pasar Indonesia bisa tembus Rp18.000 atau bahkan lebih. “Mengapa di negeri yang kaya raya ini harga sembako justru lebih mahal daripada negara tetangga? Apakah kita belum merdeka dalam swasembada pangan?” ujarnya dengan nada heran.

Prof. Sutan juga menyinggung banyaknya pabrik gula yang bangkrut akibat sistem ekonomi yang dianggap tidak sehat. Menurutnya, lemahnya pengawasan membuka celah bagi mafia sembako untuk bermain mata dengan elit maupun aparat, termasuk dalam sektor sawit. “Puluhan ribu hektare hutan beralih fungsi jadi perkebunan sawit, tapi harga minyak goreng tetap mahal. Ini aneh. Mafia sudah 15 tahun lebih menguasai sektor ini,” tambahnya.

Kondisi ini, lanjutnya, memperburuk daya beli masyarakat yang kian melemah. Oleh karena itu, ia mendesak agar pabrik gula dan pabrik minyak goreng ditempatkan langsung di bawah pengawasan Presiden Prabowo. “Jangan ada lagi oknum yang bermain mata dalam menentukan harga sembako. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tapi kalau tikus-tikus ekonomi tidak diberantas, rakyat tetap jadi korban,” tegasnya

Sumber : Prof.Dr.Kh.Sutan Nasomal.,Sh.,MH

Berita Terkait

Puncak HUT Ke-4 PWDPI Sukses Digelar, 31 Tokoh dan Lembaga Terima PWDPI Award Sustainability 2026
Kejaksaan Harus Transparan dan Segera Buka Suara Soal Dugaan Hibah Fiktif Pesisir Barat
Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games ke-20, Presiden Prabowo Tekankan Keberanian dan Pantang Menyerah
Hadiri HUT ke-25 Partai Demokrat, Presiden Prabowo Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Politik
TNI AL Kerahkan 11 Kapal Gabungan Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak
341 Siswa Kunjungi Istana Kepresidenan Jakarta, Belajar Langsung tentang Kehidupan Kenegaraan
Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-AS

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Selasa, 22 September 2026 - 19:12 WIB

Puncak HUT Ke-4 PWDPI Sukses Digelar, 31 Tokoh dan Lembaga Terima PWDPI Award Sustainability 2026

Selasa, 15 September 2026 - 18:00 WIB

Kejaksaan Harus Transparan dan Segera Buka Suara Soal Dugaan Hibah Fiktif Pesisir Barat

Kamis, 10 September 2026 - 19:12 WIB

Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games ke-20, Presiden Prabowo Tekankan Keberanian dan Pantang Menyerah

Kamis, 10 September 2026 - 19:08 WIB

Hadiri HUT ke-25 Partai Demokrat, Presiden Prabowo Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Politik

Berita Terbaru