Prof Dr Sutan Nasomal Minta Presiden Kembalikan Independensi KPK dan Evaluasi Kinerja Korsup V

- Author

Selasa, 23 September 2025 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InsightTribun.com|Jakarta – Pakar hukum internasional sekaligus tokoh nasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk berani mengembalikan independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, langkah tersebut penting demi menghidupkan kembali masa kejayaan lembaga antirasuah itu.

“Kita mendesak presiden kembalikan masa kejayaan KPK. Banyak kasus besar yang tidak bisa disentuh sejak revisi UU KPK 2019 disahkan,” ujar Prof Sutan, Senin (22/9/2025).

Prof. Sutan menilai, agenda pemberantasan korupsi sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo yang sejak awal menegaskan tekad perang melawan korupsi. Ia juga menekankan beberapa poin mendesak yang perlu dilakukan pemerintah, di antaranya:

  • Menghapus sistem politik oligarkis dan mengurangi pengaruh elite bisnis super kaya dalam penyelenggaraan negara.
  • Membersihkan KPK, Kepolisian, Kejaksaan, serta lembaga peradilan dari intervensi politik dan mafia hukum.
  • Merevisi UU KPK, mengembalikan independensi KPK dari kontrol eksekutif, serta mengeluarkan unsur kepolisian dan kejaksaan dari struktur KPK.
  • Memperkuat instrumen hukum dengan merevisi UU Tindak Pidana Korupsi, mengesahkan RUU Perampasan Aset, aturan konflik kepentingan, perlindungan korban korupsi, serta RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal.

“Kami ajukan tuntutan yang jelas: hilangkan intervensi oligarki dalam penegakan hukum, sahkan RUU perampasan aset, bersihkan aparat hukum dari intervensi politik, dan perkuat regulasi tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Selain itu, Prof. Sutan juga menyoroti kinerja KPK Bidang Koordinasi dan Supervisi V (Korsup V) yang membawahi wilayah Bali, Maluku, Maluku Utara, NTB, NTT, Papua, dan Papua Barat. Menurutnya, Korsup V belum optimal dalam melaksanakan strategi pendidikan dan penindakan, karena lebih banyak berfokus pada pencegahan.

“Pendidikan antikorupsi penting, tapi jangan hanya kepada instansi pemerintah. Harus juga menyasar masyarakat, mahasiswa, aktivis, hingga media, sesuai amanat UU KPK,” jelasnya.

Ia menilai, lemahnya penindakan di wilayah Korsup V membuat pesan peringatan terhadap para pejabat tidak sampai, sekaligus menghambat pengembalian aset negara.

“Sampai hari ini, kita belum mendengar penindakan kasus besar di wilayah V. Apakah memang tidak ada laporan, atau justru karena kinerja yang lemah? Kita menyayangkan jika KPK hanya sebatas ‘mengingatkan’ tanpa penindakan nyata,” pungkas Prof. Sutan.

Narasumber : Prof. Dr. Sutan Nasomal dikenal sebagai pakar hukum pidana internasional, ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, sekaligus pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus.

Berita Terkait

Kejaksaan Harus Transparan dan Segera Buka Suara Soal Dugaan Hibah Fiktif Pesisir Barat
Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games ke-20, Presiden Prabowo Tekankan Keberanian dan Pantang Menyerah
Hadiri HUT ke-25 Partai Demokrat, Presiden Prabowo Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Politik
TNI AL Kerahkan 11 Kapal Gabungan Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak
341 Siswa Kunjungi Istana Kepresidenan Jakarta, Belajar Langsung tentang Kehidupan Kenegaraan
Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-AS
Marak Oknum Mafia Tanah, Ketum PWDPI Minta Menteri BPN/ATR dan Kehutanan Turun ke Karimun Kepri
Seskab Teddy Indra Wijaya Hadiri Rapat Koordinasi Efisiensi Anggaran di Kemenko Perekonomian

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 18:00 WIB

Kejaksaan Harus Transparan dan Segera Buka Suara Soal Dugaan Hibah Fiktif Pesisir Barat

Kamis, 10 September 2026 - 19:12 WIB

Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games ke-20, Presiden Prabowo Tekankan Keberanian dan Pantang Menyerah

Kamis, 10 September 2026 - 19:08 WIB

Hadiri HUT ke-25 Partai Demokrat, Presiden Prabowo Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Politik

Kamis, 10 September 2026 - 19:04 WIB

TNI AL Kerahkan 11 Kapal Gabungan Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak

Kamis, 10 September 2026 - 18:59 WIB

341 Siswa Kunjungi Istana Kepresidenan Jakarta, Belajar Langsung tentang Kehidupan Kenegaraan

Berita Terbaru