Masyarakat Desak APH Usut Tuntas Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Prof. Sutan: “APH Jangan Tutup Mata!”

- Author

Rabu, 20 Agustus 2025 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InsightTribun.com|SUBULUSSALAM  – Kasus dugaan penyalahgunaan dana desa di Kota Subulussalam terus menuai sorotan publik. Warga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan melakukan penyelidikan yang transparan terhadap berbagai indikasi korupsi yang melibatkan perangkat desa maupun pejabat terkait.

Sejumlah masyarakat mengaku kecewa karena laporan yang telah disampaikan ke Inspektorat Kota Subulussalam tidak ditindaklanjuti secara serius. Bahkan, muncul dugaan adanya persekongkolan sehingga fungsi pengawasan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Inspektorat seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengawasi dana desa, tapi justru terkesan lebih memprioritaskan kepentingan pejabat desa dibandingkan kepentingan masyarakat,” ujar salah seorang tokoh warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, masyarakat menilai proses audit yang dilakukan juga tidak transparan. Tidak adanya laporan hasil audit yang jelas memperkuat dugaan adanya kongkalikong antara aparat pengawas dan pejabat desa.

“Kalau laporan masyarakat tidak ditindaklanjuti, publik semakin yakin bahwa ada permainan kotor. Inspektorat harus diisi oleh orang-orang yang jujur dan transparan,” tegas warga lainnya.

Masyarakat kemudian merumuskan beberapa tuntutan, di antaranya:

  1. APH mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana desa.
  2. Memberikan sanksi tegas kepada pelaku penyalahgunaan anggaran.
  3. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa.
  4. Memperketat pengawasan untuk mencegah praktik serupa di masa depan.

Menanggapi keresahan publik, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal — pakar hukum internasional, ekonom, sekaligus Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, dan pendiri Ponpes Ass Saqwa Plus Jakarta — menegaskan bahwa APH tidak boleh menutup mata.

Menurutnya, skandal pengelolaan dana desa di Subulussalam sudah sangat meresahkan karena marak pemberitaan terkait dugaan penyalahgunaan dana hingga ratusan miliar rupiah, termasuk kegiatan pelatihan desa yang ironisnya justru digelar di Medan.

“APH jangan diam, jangan tutup mata. Kasus ini sudah menjadi perhatian publik nasional. Kalau aparat penegak hukum tidak bergerak cepat, masyarakat akan semakin kehilangan kepercayaan,” tegas Prof. Sutan saat dimintai tanggapan di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Ia menambahkan, penyelidikan yang objektif dan transparan merupakan syarat mutlak agar kebenaran dan keadilan bisa ditegakkan. Prof. Sutan juga mendesak Gubernur Aceh untuk memberi instruksi tegas kepada Wali Kota Subulussalam agar mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Dana desa itu seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Kalau justru dipakai untuk kepentingan segelintir orang, apalagi ada indikasi dipakai untuk kegiatan di luar daerah hingga nongkrong di klub malam, ini sudah sangat keterlaluan,” pungkasnya.

Dengan banyaknya laporan masyarakat, publik berharap APH — mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga KPK — dapat memberikan efek jera kepada oknum yang terbukti melakukan korupsi dana desa di Subulussalam.

“Kalau kasus ini dibiarkan, maka akan menjadi preseden buruk bagi daerah lain. Kami butuh kepastian hukum, bukan sekadar janji,” tutup salah satu perwakilan warga.

SumberProf Dr.Kh.Sutan Nasomal,SH,.MH

Berita Terkait

Kejaksaan Harus Transparan dan Segera Buka Suara Soal Dugaan Hibah Fiktif Pesisir Barat
Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games ke-20, Presiden Prabowo Tekankan Keberanian dan Pantang Menyerah
Hadiri HUT ke-25 Partai Demokrat, Presiden Prabowo Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Politik
TNI AL Kerahkan 11 Kapal Gabungan Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak
341 Siswa Kunjungi Istana Kepresidenan Jakarta, Belajar Langsung tentang Kehidupan Kenegaraan
Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-AS
Marak Oknum Mafia Tanah, Ketum PWDPI Minta Menteri BPN/ATR dan Kehutanan Turun ke Karimun Kepri
Seskab Teddy Indra Wijaya Hadiri Rapat Koordinasi Efisiensi Anggaran di Kemenko Perekonomian

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 18:00 WIB

Kejaksaan Harus Transparan dan Segera Buka Suara Soal Dugaan Hibah Fiktif Pesisir Barat

Kamis, 10 September 2026 - 19:12 WIB

Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games ke-20, Presiden Prabowo Tekankan Keberanian dan Pantang Menyerah

Kamis, 10 September 2026 - 19:08 WIB

Hadiri HUT ke-25 Partai Demokrat, Presiden Prabowo Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Politik

Kamis, 10 September 2026 - 19:04 WIB

TNI AL Kerahkan 11 Kapal Gabungan Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak

Kamis, 10 September 2026 - 18:59 WIB

341 Siswa Kunjungi Istana Kepresidenan Jakarta, Belajar Langsung tentang Kehidupan Kenegaraan

Berita Terbaru