InsightTribun.com|SUKABUMI – Di balik duka mendalam yang menyelimuti keluarga korban kebakaran maut di Kampung Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, terselip secercah harapan. Seorang anggota kepolisian yang enggan disebutkan identitasnya hadir memberikan bantuan tulus tanpa mengharapkan balasan maupun publikasi.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu (4/7/2026) itu merenggut nyawa Elin (33), sementara putranya, Muhammad Arya yang baru berusia 3,5 tahun, mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan intensif.
Deris (26), adik ipar almarhumah, mengisahkan bahwa keluarga sempat diliputi kebingungan saat mengurus penanganan Arya. Sejak pagi hingga malam, mereka belum mendapatkan kepastian mengenai proses rujukan maupun penanganan medis lanjutan.
Di tengah situasi tersebut, Deris menerima telepon dari nomor yang tidak dikenalnya. Nomor itu diperoleh melalui seorang petugas parkir rumah sakit. Tanpa banyak berbicara, sosok polisi tersebut langsung bergerak membantu proses pemindahan Arya ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi agar mendapatkan penanganan yang lebih optimal.
Setibanya di rumah sakit, keluarga kembali dibuat terkejut. Arya langsung ditempatkan di ruang perawatan VIP. Tak hanya itu, seluruh kebutuhan selama menjalani perawatan juga dipenuhi.
“Semua kebutuhan Arya dipenuhi. Susu, pampers, makanan ringan, bahkan makan untuk keluarga yang menjaga juga disiapkan. Awalnya kami tidak mengenal beliau. Tahu-tahu semuanya sudah beres. Kami benar-benar terharu,” ungkap Deris.
Kepedulian itu tidak berhenti pada biaya pengobatan. Sosok polisi yang memilih tetap anonim tersebut juga berjanji akan membangun kembali rumah keluarga Alan yang habis dilalap api. Selain itu, ayah Arya juga dijanjikan bantuan modal usaha agar dapat mencari nafkah di kampung halaman tanpa harus kembali merantau.
Saat ini, proses pembersihan puing-puing kebakaran dan persiapan pembangunan rumah telah mulai dilakukan.
Meski jasanya begitu besar, pria tersebut tetap menolak identitasnya dipublikasikan.
“Beliau hanya ingin membantu dengan tulus, tanpa imbalan dan tanpa ingin dikenal orang,” tutur Deris.
Rasa haru tak mampu disembunyikan keluarga korban. Menurut Deris, ibunya bahkan tak kuasa menahan air mata karena terenyuh atas perhatian yang diberikan.
“Ibu sampai menangis karena terharu. Kami tidak bisa membalas semua kebaikan beliau. Semoga Allah membalas setiap kebaikannya. Kami yakin di balik musibah ini ada hikmah,” ucapnya penuh syukur.
Di tengah berbagai kabar yang kerap menyoroti sisi negatif, kisah ini menjadi pengingat bahwa masih banyak insan berhati mulia yang memilih berbuat baik dalam diam. Kepedulian sejati tak selalu membutuhkan sorotan, sebab ketulusan akan selalu menemukan jalannya sendiri.
#Menks










