Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi Masuk Tanggap Darurat, Kebutuhan Dasar Jadi Prioritas 

- Author

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InsightTribun.com|SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menetapkan status tanggap darurat menyusul kebakaran hebat yang melanda kawasan Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan rapat koordinasi untuk membahas kondisi dan kebutuhan penanganan pascakebakaran. Status tanggap darurat ditetapkan selama satu pekan hingga 31 Juli.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengatakan penetapan status tanggap darurat dilakukan karena kondisi yang terjadi telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Barusan sudah dirapatkan dan dapat diambil kesimpulan dilaksanakan tanggap darurat. Karena sudah memenuhi persyaratan sesuai perundang-undangan,” ujar Ade usai rakor di Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Minggu (26/7/26).

Menurut Ade, masa tanggap darurat untuk sementara ditetapkan selama satu pekan. Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap perkembangan situasi di lapangan sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Lamanya seminggu sampai tanggal 31. Dilihat nanti, mudah-mudahan bisa selesai. Kalau belum selesai, dikaji lagi dan dirapatkan lagi, baru nanti ada perpanjangan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi itu.

Penetapan status tersebut menjadi langkah penting dalam memastikan penanganan terhadap warga terdampak dapat dilakukan secara terkoordinasi. Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kebakaran.

Ade menegaskan, pembahasan mengenai rekonstruksi atau pembangunan kembali kawasan yang terdampak belum menjadi fokus utama dalam tahap tanggap darurat. Pemerintah saat ini lebih dahulu memastikan kebutuhan mendesak warga dapat terpenuhi.

“Pasca itu nanti. Sekarang menetapkan dulu kebutuhan dasar mereka untuk makan, minum, air bersih, dan sebagainya,” ujar Ade.

Seiring ditetapkannya status tanggap darurat, dapur umum juga mulai disiapkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi warga terdampak. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat pemerintah dalam menangani dampak kebakaran.

Ade mengatakan dirinya tengah melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sekaligus memastikan penanganan tanggap darurat berjalan sesuai kebutuhan.

“Kalau sudah tanggap darurat, dilaksanakan dapur umum. Kita buka sekarang. Makanya saya cek lapangan,” katanya.

Dalam pelaksanaan tanggap darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi ditugaskan sebagai penanggung jawab koordinasi penanganan di lapangan.

“PIC-nya saya tugaskan BPBD untuk tanggap darurat,” kata Ade.

Sementara itu, terkait rencana pembangunan kembali rumah adat yang terdampak kebakaran, Ade menyebut dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi hal yang disyukuri oleh pemerintah daerah. Gubernur Jawa Barat, memastikan akan membangun ulang 51 rumah adat yang habis terbakar.

Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti di tengah keterbatasan kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Namun, pembahasan mengenai rekonstruksi akan dilakukan setelah tahapan tanggap darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga dapat ditangani.

“Alhamdulillah, dengan kondisi keuangan Pemda yang kurang, ada bantuan dari Pemprov. Kami sangat bersyukur,” ujar Ade.

Dengan penetapan status tanggap darurat, pemerintah kini memusatkan penanganan pada kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Pemenuhan makanan, minuman, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya menjadi prioritas selama masa tanggap darurat berlangsung.

Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk menentukan apakah penanganan dapat diselesaikan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan atau membutuhkan perpanjangan masa tanggap darurat.

Bagi Pemkab Sukabumi, tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan yang dibutuhkan sebelum memasuki fase pemulihan dan rekonstruksi.

Penanganan kebakaran Kasepuhan Ciptamulya pun kini berada dalam koordinasi BPBD Kabupaten Sukabumi. Pemerintah daerah memastikan respons darurat menjadi prioritas awal sebelum pembahasan pembangunan kembali dilakukan secara lebih menyeluruh.

Reporter : Dimas 

Berita Terkait

RKPDes 2027 Desa Cimahi Ditetapkan, Fokus Tuntaskan Program RPJMDes
Pemkab Sukabumi Dorong Investasi dan Perkuat Layanan Air Bersih melalui Dua Raperda
Aris Ristiawan Resmi Dilantik sebagai Pj Kepala Desa Buniwangi
Sekar Budaya Warnai Puncak HJKS ke-156, Simbol Persatuan dari Seluruh Wilayah Sukabumi
HJKS ke-156, 156 PNS Sukabumi Terima Satyalancana Karya Satya dari Presiden
HJKS ke-156, Pemkab Sukabumi Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat
Kecamatan Cisolok Monev PBB di Dua Desa, Realisasi Pajak Sudah Capai 70 Persen
Bupati Sukabumi Ajak Wisudawan Universitas Nusa Putra Jadi Agen Perubahan

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:13 WIB

RKPDes 2027 Desa Cimahi Ditetapkan, Fokus Tuntaskan Program RPJMDes

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Pemkab Sukabumi Dorong Investasi dan Perkuat Layanan Air Bersih melalui Dua Raperda

Rabu, 30 September 2026 - 13:00 WIB

Aris Ristiawan Resmi Dilantik sebagai Pj Kepala Desa Buniwangi

Kamis, 10 September 2026 - 18:50 WIB

Sekar Budaya Warnai Puncak HJKS ke-156, Simbol Persatuan dari Seluruh Wilayah Sukabumi

Kamis, 10 September 2026 - 18:46 WIB

HJKS ke-156, 156 PNS Sukabumi Terima Satyalancana Karya Satya dari Presiden

Berita Terbaru