InsightTribun.com|BOGOR — Sebanyak 25 peserta Sekolah Lansia Berdaya (SELADA) IPB 2026 resmi diwisuda setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran selama enam minggu. Prosesi wisuda berlangsung di Auditorium Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (GMSK), IPB University.
Wisuda tersebut menjadi puncak pelaksanaan SELADA IPB 2026 yang diselenggarakan melalui program Dosen Pulang Kampung LPA2I IPB berkolaborasi dengan Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA).
Sebelumnya, para peserta mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran di Posyandu Lansia Matahari, Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Selama enam minggu, peserta mendapatkan pembelajaran yang dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan lansia dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang diberikan meliputi gizi dan kesehatan lansia, manajemen stres, komunikasi dalam keluarga, pengelolaan keuangan keluarga lansia, hingga implementasi delapan fungsi keluarga.
Kegiatan tersebut menghadirkan lima narasumber, yakni Dr. Aisyah Amanda Hanif, Dr. Melly Latifah, Dr. Susri Adeni, Dr. Istiqlaliyah Muflikhati, dan Dr. Tin Herawati.
Selain pembelajaran di kelas, para peserta juga mengikuti praktik menanam berbagai jenis sayuran sebagai bagian dari kegiatan ekonomi produktif. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman bercocok tanam yang dapat diterapkan di lingkungan rumah sekaligus menjadi aktivitas produktif yang disesuaikan dengan kemampuan lansia.
Ketua Dosen Pulang Kampung SELADA IPB 2026, Dr. Tin Herawati, SP., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu respons terhadap meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia.
“Bertambahnya jumlah lansia perlu diikuti dengan upaya yang mendorong mereka untuk tetap memiliki peran dalam keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Prosesi wisuda menjadi bentuk apresiasi atas komitmen para peserta selama mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Sebanyak 25 peserta dinyatakan telah menyelesaikan program dan menerima tanda kelulusan sebagai bagian dari penutupan SELADA IPB 2026.
Bagi para peserta, berakhirnya rangkaian pembelajaran bukan berarti berakhir pula proses belajar. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti SELADA diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjaga kesehatan, mengelola keuangan keluarga, maupun menjalankan berbagai aktivitas yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Dengan demikian, SELADA IPB 2026 tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi para lansia, tetapi juga menjadi wadah untuk mendorong mereka tetap aktif, mandiri, produktif, serta berperan di tengah keluarga dan masyarakat.
Jurnalis – Neng Nur










