Fenomena Bendera One Prof. Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional,Ekonom Dorong Negara Dengarkan Aspirasi Anak Muda 2025 Mengingat Kilas Balik Sejarah Jaman Digital

- Author

Rabu, 6 Agustus 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InsightTribun.com|JAKARTA – Menjelang peringatan HUT ke-80 RI, jagat maya dan dunia nyata dihebohkan dengan aksi pengibaran bendera bajak laut ala One Piece di berbagai daerah. Fenomena ini menuai beragam reaksi, termasuk dari Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal—pakar hukum internasional sekaligus Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii—yang menilai aksi tersebut bukanlah bentuk perlawanan terhadap negara, melainkan sinyal kuat dari generasi muda yang ingin didengar.

Dalam pandangannya, Prof. Sutan mengutip pernyataan Ketua Prabowo Mania, Immanuel Ebenezer, yang menyoroti pesan sosial di balik aksi ini.
“Ini bukan pemberontakan. Ini adalah ungkapan kecewa anak muda terhadap kondisi sosial dan politik yang mereka rasakan. Mereka tidak membenci merah putih, hanya saja belum merasakan negara hadir nyata di hidup mereka,” ujar Immanuel, seperti disampaikan Prof. Sutan, Selasa (5/8/2025).

Prof. Sutan mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru memberi cap negatif pada kreativitas generasi muda.

“Simbol bajak laut bukan musuh negara. Musuh yang sebenarnya adalah ketidakadilan, kesenjangan, dan hilangnya rasa percaya. Kalau anak muda merasa lebih terwakili oleh tokoh fiksi ketimbang tokoh publik, itu pertanda kita perlu introspeksi,” tegasnya.

Menurutnya, semangat perlawanan terhadap ketimpangan yang tergambar dalam cerita One Piece justru menjadi refleksi harapan akan perubahan. Harapan itu, kata Prof. Sutan, seharusnya dirangkul, bukan dipadamkan.

“Kita ini negara besar, bukan bangsa yang minder sama gambar bendera. Kalau anak muda memilih lambang lain untuk menyuarakan keresahannya, berarti ada yang salah dengan cara kita mendekati mereka. Ajak ngobrol, bukan buru-buru menuduh,” sambungnya.

Di akhir pernyataannya, Prof. Sutan mengajak para pemimpin dan aparat untuk menjadikan fenomena ini sebagai kesempatan melakukan evaluasi bersama.
“Anak muda ingin didengar, bukan dimusuhi. Mereka mencintai negeri ini, hanya saja dengan cara mereka sendiri. Jangan matikan pesan mereka hanya karena bentuknya tidak biasa,” pungkasnya.

Narasumber:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH.
Pakar Hukum Internasional | Ekonom Nasional
Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii
Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus, Jakarta – 0811 8419 260

 

Berita Terkait

Program CSR Di Terima Kepala Desa Panumbangan Kec.Jampang Tengah
Kota Sukabumi-klaim Wakap Uang miliki hukum kuat, Ketua DPRD lakukan kajian internal dan langkah politik
Anggota DPRD Fraksi Golkar Asti Mulyawati., S.Pd Menghadiri Peletakan Batu Pertama Huntap
WaliKota Sukabumi Gelontorkan Uang Hibah Ke 33 KMP
DISKUSI BERSAMA CAMAT BOJONG GENTENG, UDI.S OFFICIAL & PWDPI SUKABUMI RAYA DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK DAN PEMASARAN UMKM LOKAL MELANCONG KE MANCANEGARA
Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi Hadiri Borderline Economic Summit (BES) 2025 di Kabupaten Bogor
Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Irigasi
Sendi Apriadi: Infrastruktur Berkeadilan Jadi Kunci Sukabumi Maju dan Mubarakah

Berita Terkait

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:18 WIB

Program CSR Di Terima Kepala Desa Panumbangan Kec.Jampang Tengah

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:00 WIB

Kota Sukabumi-klaim Wakap Uang miliki hukum kuat, Ketua DPRD lakukan kajian internal dan langkah politik

Senin, 29 Desember 2025 - 16:41 WIB

Anggota DPRD Fraksi Golkar Asti Mulyawati., S.Pd Menghadiri Peletakan Batu Pertama Huntap

Minggu, 28 Desember 2025 - 08:41 WIB

WaliKota Sukabumi Gelontorkan Uang Hibah Ke 33 KMP

Kamis, 18 Desember 2025 - 09:16 WIB

DISKUSI BERSAMA CAMAT BOJONG GENTENG, UDI.S OFFICIAL & PWDPI SUKABUMI RAYA DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK DAN PEMASARAN UMKM LOKAL MELANCONG KE MANCANEGARA

Berita Terbaru