InsightTribun.com|SUKABUMI — Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam, Pemerintah Kecamatan Cisolok menggelar simulasi gempa bumi dan tsunami di kawasan Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia Tahun 2026 tersebut melibatkan sekitar 250 peserta dari berbagai unsur, mulai dari BPBD Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Cisolok, Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, pemerintah desa, PMI, SIBAT, KNPI, tenaga kesehatan, relawan kebencanaan hingga masyarakat pesisir.
Simulasi ini menjadi salah satu upaya nyata untuk membangun kesadaran masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir, agar lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi yang berpotensi memicu tsunami.
Dalam skenario latihan, peserta dihadapkan pada situasi gempa bumi kuat yang terjadi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Kondisi tersebut kemudian disimulasikan berpotensi menimbulkan tsunami sehingga membutuhkan respons cepat dari seluruh unsur terkait.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian informasi peringatan dini kepada Posko Komando, kemudian dilanjutkan dengan aktivasi sirene tanda bahaya tsunami. Informasi peringatan juga disampaikan melalui pengeras suara kepada masyarakat, wisatawan, nelayan, serta para pelaku usaha di sekitar Pantai Karanghawu.
Begitu peringatan disampaikan, peserta langsung diarahkan meninggalkan kawasan pantai melalui jalur evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Petugas gabungan dari TNI, Polri, SIBAT, PMI, Linmas dan relawan turut membantu mengatur proses evakuasi, dengan memberikan prioritas kepada anak-anak, lansia, ibu hamil serta kelompok rentan lainnya.
Tidak hanya latihan evakuasi, kegiatan tersebut juga mencakup simulasi pencarian dan penyelamatan korban atau Search and Rescue (SAR).
Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi bersama BPBD, PMI, SIBAT dan potensi SAR lainnya melakukan simulasi penyisiran wilayah, pencarian korban, pemberian pertolongan hingga proses evakuasi menuju lokasi aman.
Sementara itu, tim medis dari Puskesmas Cisolok bersama PMI turut memperagakan penanganan korban, mulai dari pertolongan pertama, pemeriksaan kondisi korban, triase hingga evakuasi medis menggunakan ambulans.
Seluruh perkembangan kegiatan dikoordinasikan melalui Posko Komando sebagai pusat informasi, pemantauan situasi dan pelaporan dari masing-masing unsur yang terlibat.
Menariknya, simulasi kali ini juga melibatkan sekitar 50 siswa dan siswi SMP Negeri 1 Cisolok. Keterlibatan para pelajar tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi kebencanaan sejak dini.
Melalui praktik langsung, para siswa diperkenalkan dengan langkah-langkah penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi dan potensi tsunami, mulai dari mengenali tanda bahaya, melindungi diri, mengikuti arahan petugas hingga melakukan evakuasi menuju tempat aman.
Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, menyampaikan bahwa kegiatan simulasi tersebut bukan sekadar latihan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah pesisir yang memiliki risiko gempa bumi dan tsunami.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas kebencanaan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami mekanisme peringatan dini, mengetahui jalur evakuasi, serta mampu mengambil langkah cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menguji kesiapan sistem peringatan dini, memperkuat koordinasi lintas sektor, sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan sarana dan prasarana kebencanaan yang masih perlu ditingkatkan.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kecamatan Cisolok akan mendorong peningkatan sosialisasi kebencanaan di tingkat desa, berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi terkait kesiapan sarana peringatan dini tsunami, serta melakukan pemetaan dan pemeriksaan jalur evakuasi maupun titik kumpul di kawasan pesisir.
Penguatan kelembagaan relawan kebencanaan dan SIBAT juga menjadi perhatian, termasuk mendorong pelaksanaan simulasi secara berkala di desa-desa se-Kecamatan Cisolok, khususnya wilayah yang memiliki kawasan pesisir.
Camat Cisolok juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, terutama BPBD Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam, Pemerintah Desa Cisolok dan Karangpapak, Puskesmas Cisolok, PMI, SIBAT, KNPI, masyarakat, relawan serta Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi beserta seluruh potensi SAR.
Diharapkan, melalui kegiatan tersebut, kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana semakin meningkat. Sebab, dalam situasi darurat, kecepatan informasi, ketepatan evakuasi dan kuatnya koordinasi menjadi faktor penting dalam melindungi keselamatan jiwa.
Kesiapsiagaan bukan hanya tentang bagaimana menghadapi bencana, tetapi juga bagaimana menyelamatkan lebih banyak nyawa ketika bencana benar-benar terjadi.









