InsightTribun.com|SUKABUMI – Dalam upaya meningkatkan infrastruktur jalan dan mengatasi masalah genangan air, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi resmi memulai proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) gendong di ruas Jalan Djaenudin, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhan Ratu. Kegiatan ini dimulai pada 6 Juli 2026.

Proyek strategis ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 dengan total nilai anggaran mencapai Rp97.770.159,60. Dengan alokasi dana tersebut, pemerintah daerah berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 40 (empat puluh) hari kalender.
Pembangunan TPT gendong ini merupakan respons langsung terhadap keluhan masyarakat setempat. Selama ini, warga di sekitar ruas Jalan Djaenudin kerap mengalami kesulitan akibat genangan air yang cukup parah setiap kali hujan turun. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas berkendara, tetapi juga berpotensi merusak struktur jalan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi menyatakan bahwa pembangunan TPT ini diharapkan dapat menjadi solusi permanen bagi masalah drainase dan stabilitas tanah di area tersebut. “Kami menargetkan penyelesaian tepat waktu agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat, terutama saat musim hujan tiba,” ujarnya.
Tanggapan positif mengalir dari warga Desa Cimanggu. Mereka menyambut baik inisiatif pemerintah daerah ini. Salah satu warga setempat mengungkapkan rasa syukurnya karena akhirnya ada tindakan konkret untuk mengatasi genangan air yang sudah lama menjadi persoalan. “Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan ini. Semoga setelah selesai, jalan ini tidak lagi tergenang saat hujan deras,” katanya.
Dengan durasi pelaksanaan yang relatif singkat, yakni 40 hari, pihak kontraktor dan pengawas lapangan diminta untuk bekerja secara efisien tanpa mengabaikan kualitas konstruksi. Diharapkan, setelah proyek ini rampung, aksesibilitas dan kenyamanan warga di Kecamatan Palabuhan Ratu, khususnya di Desa Cimanggu, akan meningkat signifikan.
Reporter : Dimas










