InsightTribun.com|JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai salah satu proyek unggulan Asta Cita Presiden mulai menuai perhatian serius. Meski awalnya disambut hangat karena dinilai meringankan beban orang tua murid, kini program tersebut justru diwarnai persoalan serius di lapangan.
Kasus terbaru mencuat di salah satu SD Negeri di Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi. Puluhan murid dilaporkan mengalami mual, muntah, hingga sakit perut setelah menyantap makanan bergizi gratis yang disediakan melalui dapur penyedia. Kejadian ini memicu kekhawatiran para orang tua terkait kualitas dan keamanan pangan yang seharusnya terjamin dalam program pemerintah pusat.
Menanggapi hal itu, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH – pakar hukum internasional, ekonom, sekaligus Presiden Partai Oposisi Merdeka – melontarkan kritik tajam. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele.
“Ini menyangkut keselamatan anak-anak bangsa. Program yang diklaim menyehatkan jangan sampai justru menjadi ancaman. Selain itu, kita juga harus waspada, apakah program ini benar-benar dijalankan untuk kepentingan rakyat atau sekadar seremonial politik menutupi kekurangan Asta Cita Presiden,” tegasnya di Jakarta.
Prof. Sutan juga menyinggung potensi penyalahgunaan anggaran. Dengan nilai triliunan rupiah, program MBG dinilainya sangat rawan dimanfaatkan oknum tertentu.
“Kita tahu praktik mafia anggaran di negeri ini. Jangan sampai uang rakyat yang seharusnya untuk gizi anak-anak malah mengalir ke kantong pribadi segelintir orang,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan. Dugaan keracunan, menurutnya, bisa dipicu oleh lemahnya kontrol pemerintah terhadap kualitas pangan dan higienitas penyedia.
“Kita bicara soal anak-anak, masa depan bangsa ada di meja makan sekolah. Kalau pengawasan lemah, akibatnya fatal. Pemerintah harus serius, transparan, dan akuntabel. Program ini jangan jadi proyek mercusuar yang hanya indah di atas kertas,” pungkasnya.
Kini publik menunggu langkah konkret pemerintah: apakah benar-benar memperbaiki tata kelola program MBG agar berpihak pada anak-anak dan rakyat kecil, atau membiarkannya sekadar jadi proyek politik yang penuh masalah di lapangan.
Sumber : Prof.Dr.KH Sutan Nasomal,Sh.,MH









