Prof Dr Sutan Nasomal Minta Presiden RI Evaluasi atau Hentikan Program MBG Demi Keselamatan Pelajar

- Author

Kamis, 25 September 2025 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InsightTribun.com|JAKARTA – Pakar Hukum Pidana Internasional sekaligus pemerhati pendidikan, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi bahkan menghentikan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) apabila masih berpotensi menimbulkan korban massal di kalangan pelajar.

Menurut Sutan, niat tulus Presiden menghadirkan negara melalui program MBG patut diapresiasi. Program tersebut sejatinya menjadi wujud perhatian besar pemerintah terhadap masa depan generasi muda Indonesia. Namun, di lapangan banyak ditemukan kasus yang justru membahayakan siswa.

“Tujuannya sudah sangat baik. Tapi jangan sampai niat mulia ini berubah jadi program yang menyengsarakan anak bangsa. Sudah banyak laporan keracunan, bahkan ada yang meninggal akibat makanan MBG yang tidak layak konsumsi,” ujar Sutan saat dihubungi para pemimpin redaksi media di Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Ia menyebut, kasus keracunan pelajar akibat MBG telah terjadi di berbagai daerah, dengan jumlah korban yang bila ditotal mencapai ratusan ribu siswa. Bahkan, ada temuan makanan basi, berulat, hingga beracun yang seharusnya tidak boleh beredar.

“Bayangkan bila ratusan siswa keracunan di daerah pedalaman, sementara akses ke puskesmas atau rumah sakit membutuhkan waktu 5 hingga 10 jam. Nyawa anak-anak taruhannya,” tegasnya.

Sutan menilai, keberadaan oknum yang tidak bertanggung jawab dalam pelaksanaan program menjadi faktor utama kerentanan ini. Karena itu, ia meminta Presiden segera menugaskan Menteri Kesehatan bersama pakar gizi untuk melakukan evaluasi menyeluruh, atau bahkan menghentikan MBG demi menjaga keselamatan generasi bangsa.

“Kalau terus dipaksakan, justru akan merusak nama baik Presiden yang sangat dicintai rakyat. Lebih baik negara mencari solusi lain, misalnya menghadirkan dokter langsung ke sekolah untuk memeriksa kesehatan siswa dan memberikan edukasi gizi,” tambahnya.

Sebagai pemerhati anak dan pelajar, Sutan mengaku kerap mendapat laporan langsung dari media maupun masyarakat terkait kasus keracunan massal. Ia pun berharap pemerintah mengambil langkah cepat agar tidak ada lagi korban berikutnya.

“Keselamatan anak-anak Indonesia jauh lebih penting. Jangan tunggu ada korban jiwa berikutnya,” pungkas Sutan.

Narasumber : Prof Dr KH Sutan Nasomal

 

Berita Terkait

Puncak HUT Ke-4 PWDPI Sukses Digelar, 31 Tokoh dan Lembaga Terima PWDPI Award Sustainability 2026
Kejaksaan Harus Transparan dan Segera Buka Suara Soal Dugaan Hibah Fiktif Pesisir Barat
Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games ke-20, Presiden Prabowo Tekankan Keberanian dan Pantang Menyerah
Hadiri HUT ke-25 Partai Demokrat, Presiden Prabowo Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Politik
TNI AL Kerahkan 11 Kapal Gabungan Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak
341 Siswa Kunjungi Istana Kepresidenan Jakarta, Belajar Langsung tentang Kehidupan Kenegaraan
Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-AS

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Selasa, 22 September 2026 - 19:12 WIB

Puncak HUT Ke-4 PWDPI Sukses Digelar, 31 Tokoh dan Lembaga Terima PWDPI Award Sustainability 2026

Selasa, 15 September 2026 - 18:00 WIB

Kejaksaan Harus Transparan dan Segera Buka Suara Soal Dugaan Hibah Fiktif Pesisir Barat

Kamis, 10 September 2026 - 19:12 WIB

Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games ke-20, Presiden Prabowo Tekankan Keberanian dan Pantang Menyerah

Kamis, 10 September 2026 - 19:08 WIB

Hadiri HUT ke-25 Partai Demokrat, Presiden Prabowo Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Politik

Berita Terbaru