InsightTribun.com|SUKABUMI – Dalam upaya menumbuhkan rasa peduli lingkungan sejak dini sekaligus melatih keberanian anak, para siswa RA Do’a Bangsa Al Falah RW 14 Kelurahan Cisarua tampil percaya diri memamerkan busana kreasi daur ulang sampah plastik dalam ajang Islamic Pasim Art Day 12 (IPAD 12) yang diselenggarakan oleh SDIT PASIM.
Dengan mengusung tema “Peduli Lingkungan – Small Steps Big Impact”, panggung fashion show yang digelar pada pertengahan Oktober 2026 tersebut diramaikan oleh aksi menggemaskan anak-anak yang memperagakan berbagai gaun unik buatan tangan orang tua mereka.
Sampah plastik rumah tangga seperti kantong plastik warna-warni, bubble wrap, bungkus kemasan makanan, hingga karung dimanfaatkan dan disulap menjadi busana gaun yang indah serta bernilai seni tinggi.
Kepala Sekolah RA Do’a Bangsa Al Falah, Eva Nalurita, menuturkan bahwa keikutsertaan anak-anak dalam kegiatan ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan sebuah proses pembelajaran karakter dan penguatan kolaborasi antara sekolah dan orang tua.
“Melalui kegiatan ini, kreativitas orang tua tersalurkan dan kerja sama antara sekolah serta keluarga menjadi semakin erat. Yang paling utama, anak-anak mulai belajar memahami bahwa sampah plastik yang ada di sekitar kita bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menarik jika dikelola secara kreatif.”
Para peserta tampak antusias serta berani berpose layaknya model profesional di depan dewan juri dan penonton. Balutan gaun berbahan plastik pelangi hingga busana serba hitam dari bubble wrap yang dihiasi aksesoris unik sukses menyedot perhatian para pengunjung.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa langkah kecil dari lingkungan sekolah dan keluarga mampu memberikan dampak positif yang besar (Small Steps, Big Impact) bagi kelestarian lingkungan serta pembentukan karakter anak sejak usia dini.










