InsightTribun.com|SUKABUMI – Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kecamatan Palabuhanratu berlangsung meriah dan penuh khidmat. Ribuan peserta dari berbagai kalangan memadati Alun-alun Palabuhanratu, Sabtu (24/10/2026), sejak pukul 06.30 WIB.
Mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” yang disinergikan dengan tema daerah “Santri Menguatkan Negeri Menuju Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah”, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat persatuan sekaligus mengenang kontribusi besar santri dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Akbar, kemudian dilanjutkan Tabligh Akbar dan Kirab Santri. Tak hanya diisi kegiatan seremonial, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat.
Di antaranya pembagian hadiah berbagai perlombaan HSN, pengundian door prize dengan hadiah utama lima paket umrah gratis, pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Palabuhanratu dan Puskesmas Citarik, serta kegiatan Santri Mengabdi melalui aksi bersih-bersih masjid jami di lingkungan pondok pesantren.
Camat Palabuhanratu, Sutopo, mengungkapkan rasa bangga atas antusiasme masyarakat dalam menyukseskan puncak peringatan HSN tahun ini. Meski kegiatan sempat diguyur hujan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta.
” Kegiatan hari ini adalah puncak dari rangkaian HSN 2026. Kita laksanakan Apel serta Kirab Santri se-wilayah Kecamatan Palabuhanratu. Alhamdulillah, luar biasa sangat meriah,” ujar Sutopo.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kirab tahun ini adalah pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 100 meter di barisan terdepan. Kirab tersebut diikuti lebih dari 1.000 peserta yang berasal dari unsur pondok pesantren, sekolah, hingga masyarakat umum.
Sutopo menegaskan, peringatan Hari Santri bukan hanya milik kalangan pesantren, melainkan menjadi milik seluruh elemen masyarakat. Sebab, santri memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Karena Hari Santri ini milik semua masyarakat. Tidak hanya milik pesantren saja. Ini adalah satu kesatuan yang tidak bisa dilepaskan. Santri telah berkontribusi besar terhadap kemerdekaan, pejuang kemerdekaan kebanyakan dari santri,” tegasnya.
Lima Paket Umrah Jadi Hadiah Utama
Kemeriahan HSN 2026 semakin terasa dengan adanya pembagian berbagai hadiah dan pengundian door prize.
Salah satu yang paling menarik perhatian masyarakat adalah lima paket umrah gratis yang menjadi hadiah utama.
Sutopo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya Anggota DPR RI H. Iman Adi Nugraha yang turut membantu penyediaan hadiah utama tersebut.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur. Hari ini ada door prize lima paket umrah, ini berkat bantuan dari Bapak Haji Iman Adi Nugraha selaku Anggota DPR RI,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sutopo berharap penyelenggaraan Hari Santri Nasional pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah. Ia juga berpesan agar santri masa kini tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga mampu menguasai ilmu pengetahuan umum dan teknologi.
Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar generasi santri mampu bersaing di tengah perkembangan zaman sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.
Hujan Tak Surutkan Semangat Peserta
Sementara itu, Ketua Pelaksana HSN 2026 tingkat Kecamatan Palabuhanratu, Muhammad Fadil Muadillah,
menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan pada 24 Oktober merupakan hasil penyesuaian jadwal dengan mempertimbangkan masukan dan pertimbangan para masyayikh.
Ia mengaku bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik meskipun kondisi cuaca pada pagi hari sempat kurang bersahabat.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta luar biasa. Walaupun pagi tadi cuaca kurang mendukung dan sempat turun hujan, kondisi kembali membaik sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik,” kata Fadil.
Fadil juga mengajak seluruh santri untuk terus menjaga persaudaraan, baik sesama umat Islam maupun sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Pesan saya kepada para santri, tetap jaga ukhuwah Islamiah dan ukhuwah wathaniah. Kirab dengan membawa bendera Merah Putih 100 meter ini merupakan bentuk komitmen kami, kaum pesantren, untuk menjaga persaudaraan umat Islam dan persatuan bangsa,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lebih dari seribu peserta yang terdiri dari pegawai kecamatan, perangkat desa, kader, pelajar, santri, serta masyarakat umum mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Selain kirab yang menjadi daya tarik utama, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis juga mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Peringatan HSN 2026 di Palabuhanratu ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga nilai keagamaan, merawat persatuan, serta ikut membangun masa depan bangsa dan Kabupaten Sukabumi.










